
Merokok mungkin merupakan hal biasa bagi sebagian orang karena bisa menjadikan hidupnya lebih semangat, ada juga karena ingin terlihat trendi di hadapan teman dan orang-orang disekitarnya.
Merokok pada usia remaja merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Selain berisiko terkena penyakit, merokok pada usia remaja juga dapat berdampak pada perkembangan otak dan masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, deteksi dini dan intervensi pada perilaku merokok sangat penting dilakukan.
Untuk meminimalisir jumlah remaja yang kecanduan merokok di kalangan pelajar, tim UPT Puskesmas Gunung Labu melakukan skrining perilaku merokok pada remaja dengan sasaran pelajar Mts Al Khikmah Kerinci, Senin (18/9/2023).
"Kegiatan akan kami awali dengan edukasi bahaya merokok, dan tutorial penggunaan smokeanalyzer untuk mengukur kadar co dalam paru-paru siswa. Siswa yang dilakukan pemeriksaan kadar co adalah siswa kelas 8 dan 9. Hasil skrining ini akan diberikan kepada guru untuk tindak lebih lanjut." ungkap salah satu petugas UPT Puskesmas Gunung Labu.
Guru-Guru Mts Al-Khikmah Kerinci menyambut baik program yang diadakan puskesmas ini mengingat kebiasaan merokok pada usia remaja merupakan salah satu kebiasaan yang sulit dihindari.
"Tentu saja kami menyambut baik kegiatan ini, semoga dengan adanya edukasi bahaya merokok dan skrining ini dapat menumbuhkan kesadaran para siswa kita" ujar Tania.
Mari kita simak beberapa informasi berikut tentang bahaya merokok bagi Remaja.
1. Dampak merokok sebabkan kecanduan
Kecanduan merupakan dampak merokok bagi remaja yang akan kamu rasakan pertama kali. Pada dasarnya, merokok adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan. Sebab, tembakau mengandung bahan kimia nikotin yang bersifat adiktif. Seperti heroin atau zat adiktif lainnya, tubuh dan pikiran cepat terbiasa dengan kandungan nikotin dalam rokok.
Nah, remaja yang mulai merokok pada usia dini cenderung mengembangkan kecanduan nikotin yang lebih parah, daripada dengan orang yang mulai merokok pada usia lebih dewasa.
Jika kamu sudah kecanduan, akan sangat sulit untuk menghentikannya, dan akibatnya kamu bisa mengalami mood swing atau gelisah apabila tidak segera merokok.
2. Meningkatkan risiko terkena penyakit
Studi menunjukan bahwa perokok lebih sering terserang penyakit pernapasan seperti pilek, flu, bronkitis, dan pneumonia. Mungkin ini terdengar seperti penyakit biasa, tetapi lama-kelamaan penyakit tersebut dapat mengarah pada penyakit pernapasan yang lebih parah.
Bagi remaja yang memiliki asma, merokok dapat memperburuk gejala dan meningkatkan frekuensi asma. Selain itu, remaja yang sudah kecanduan rokok biasanya cenderung mengabaikan waktu makan dan lebih memilih merokok. Alhasil mereka bisa kekurangan nutrisi untuk tumbuh, berkembang, dan melawan penyakit dengan baik.
3. Penyakit paru obstruktif kronik
Merokok merusak pertumbuhan dan menurunkan fungsi paru-paru, sehingga menyebabkan peningkatan risiko penyakit paru obstruktif kronik di kemudian hari.
Semakin dini remaja menjadi perokok aktif, dan mempertahankan kebiasaan tersebut hingga dewasa, maka semakin besar pula risiko mereka terkena penyakit ini.
Penyakit ini merupakan dampak merokok bagi remaja yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Gejalanya memang seperti penyakit biasa yaitu sesak napas, batuk berdahak, dan mengi.
4. Kesehatan mulut yang buruk
Merokok merupakan faktor risiko utama untuk kesehatan gigi dan gusi yang buruk, serta penyakit rongga mulut. Sekitar setengah kasus penyakit gusi dari orang di bawah usia 30 tahun, dikaitkan terjadi karena kebiasaan merokok.
Penelitian pada remaja Finlandia menemukan, merokok setiap hari dan kebiasaan jarang menyikat gigi dapat menjadi penyebab penyakit gusi pada remaja.
Hal ini karena merokok menyebabkan kekurangan oksigen dalam aliran darah, alhasil gusi yang terinfeksi akan sulit untuk sembuh.
5. Memiliki sindrom metabolik
Sindrom metabolik merupakan beberapa kondisi yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular. Beberapa sindrom metabolik yang sering terjadi bersamaan antara lain obesitas, hipertensi, trigliserida darah tinggi, rendahnya kadar kolesterol HDL, dan resistensi insulin.
Dalam sebuah studi terhadap lebih dari 5.000 remaja berusia 10-18 tahun, perokok aktif secara signifikan terkait dengan sindrom metabolik. Secara keseluruhan perokok lebih mungkin mengembangkan kondisi ini daripada mereka yang tidak merokok.
Itulah dampak merokok bagi remaja. Meskipun kamu mungkin merasa sehat-sehat saja, tetapi kamu tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuhmu ketika merokok. Sumber : https://www.halodoc.com
“Merokok saat remaja bisa mempengaruhi kesehatanmu baik masa kini maupun nanti. Semakin dini seseorang memulai kebiasaan merokok, maka semakin parah juga risiko kesehatan yang bisa dialami.â€
|
707x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...